Gaya mengucapkan salam orang Jepang bukan dengan berjabat tangan, tetapi membungkuk tanpa saling menyentuh kulit. Cara ini mungkin juga efektif diterapkan saat wabah pandemi corona di mana disarankan untuk melakukan social distancing, dengan tujuan memperkecil penyebaran virus corona. Cari tahu yuk tentang asal usul budaya membungkuk dan cara yang tepat melakukan budaya membungkuk ini!

Definisi dari Ojigi

Ojigi atau Membungkuk adalah sikap menurunkan punggung dan kepala sebagai isyarat sosial kepada orang lain atau simbol penghormatan. Tindakan tersebut adalah hal umum dalam budaya Asia selain juga merupakan ciri khas dari kaum bangsawan dan aristokrat dalam beberapa negara dan kebiasaan di Eropa.

Sejarah adanya Ojigi di Jepang

Budaya Ojigi atau membungkuk dimulai pada era Asuka dan era Nara, dan kabarnya datang dari etiket Cina.

Kabarnya berasal dari mempunyai arti dengan menyajikan leher seseorang kepada orang lain dan menyatakan bahwa dia tidak menentang orang tersebut.
Kemudian budaya tersebut diperkenalkan ke Jepang, dan gaya membungkuk dibuat dengan aturan menyesuaikan status.

 Jenis-jenis Ojigi

Banyak yang beranggapan bahwa budaya membungkuk hanyalah dengan membungkukkan badan kepada orang lain. Sebenarnya tidak demikian. Selain adanya aliran, secara umum terdapat ada tiga jenis ojigi:

Eshaku (会釈)

Pada dasarnya, memberi salam dengan membungkuk cara eshaku ini digunakan pada pagi dan sore hari, membungkuk ringan saat berpapasan dengan orang lain, dan saat menyambut tamu.

Caranya adalah dengan memiringkan tubuh dari pinggang sampai bagian atas sekitar 15° ke depan. Tatapan diarahkan ke 3m ke depan.

Keirei (敬礼)

Membungkuk cara Keirei ini adalah dengan kondisi di mana tulang belakang diluruskan dan pinggang dibungkukan pada 30°. Jatuhkan tatapan kamu sedikit ke depan dari kaki. Cara ini sedikit lebih sopan dari membungkuk cara Eshaku dan merupakan cara membungkuk yang dilakukan saat berhubungan dengan klien atau atasan.

Saikeirei (最敬礼)

Cara membungkuk Saikeirei ini adalah cara membungkuk sebanyak 45° dan merupakan cara membungkuk paling dalam di antara tiga cara membungkuk. Cara ini digunakan saat meminta maaf, untuk mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam, dan saat berhubungan dengan klien penting. Digunakan juga saat bersembahyang di depan Tuhan dan sebagai penghormatan kepada orang-orang yang mulia.

Cara Yang Salah Saat melakukan Ojigi

Berhati-hatilah saat melakukan Ojigi ini karena bisa saja terjadi kesalahan.

Berikut rangkuman beberapa contoh kesalahan saat melakukan ojigi / membungkuk.

Membungkuk sambil duduk

Jika lawan bicara dalam kondisi berdiri dan kamu duduk dan sedang melakukan sesuatu, berhentilah sejenak dan prioritaskan lawan bicara kamu. Segeralah berdiri dengan benar, perbaiki postur, dan membungkuklah.

Hanya Leher Yang Membungkuk

Sangat tidak sopan dengan membungkuk dengan hanya menggerakkan lehernya saja.

Hanya Pinggang Yang Membungkuk

Hati-hati karena akan memberikan kesan menakutkan hanya dengan membungkukkan pinggul dan wajah kamu tidak menghadap ke bawah.

Membungkuk 90°

Membungkuk terlalu dalam. Atasan atau lawan bicara kamu dapat merasa tidak nyaman.

Membungkuk dan mengucapkan persalaman pada saat bersamaan

Tidak disarankan untuk membungkuk (terutama untuk membungkuk Keirei dan Saikeirei) sambil mengucapkan persalaman pada saat bersamaan. Cara yang benar adalah mengucapkan terlebih dahulu persalaman (misalnya ohayo gozaimasu), setelah selesai mengucapkannya, berikutnya adalah membungkuk.

Membungkuk dan mengangguk berulang kali

Tidak terlihat tulus membungkuk berulang-ulang. Adalah sopan untuk melakukannya hanya sekali.

Bagaimana dengan penjelasan di atas? Semoga bermanfaat pada saat kamu datang ke Jepang, menginap di penginapan Jepang Ryokan atau bahkan saat kamu bekerja di perusahaan Jepang, dengan mengucapkan persalaman cara di atas ke orang Jepang, mereka pasti akan terkesan.

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  
  •  
Kiriman serupa
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments