Regulator nuklir Jepang telah memeriksa sebuah alat keamanan antiteror di PLTN Kashiwazaki-Kariwa di Provinsi Niigata yang mengalami kerusakan parah.

Otoritas Regulasi Nuklir NRA mendapatkan laporan dari operator PLTN tersebut, Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo TEPCO, pada Januari bahwa seorang pekerja tidak sengaja merusak alat sensor untuk mendeteksi penyusup.

Pada Selasa (16/03/2021), hasil dari sebuah investigasi terhadap PLTN itu dilaporkan dalam pertemuan tertutup NRA.

Penyelidikan menemukan bahwa alat sensor mungkin telah rusak sejak Maret tahun lalu, yang membuat PLTN itu rentan terhadap penyusup selama berbulan-bulan.

NRA mengungkapkan bahwa karyawan TEPCO yang bertugas untuk keamanan tidak melakukan tindakan apa pun meski mengetahui bahwa langkah-langkah alternatif yang dilakukan tidak efekif.

Penilaian sementara terhadap alat keamanan tersebut menunjukkan bahwa risiko pengamanan bahan baku nuklir berada dalam kondisi serius pada skala empat level.

Para anggota otoritas mempertimbangkan untuk memberikan hukuman bagi perusahaan itu segera setelah penilaian difinalisasi.

 

Source : NHK world

Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  
  •  
Kiriman serupa
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments